Memories

This content will be inappropriate to your stone hearted because of menye menye words

that laugh that day that we’re gonna be separated is the mesmerised laugh that we’ve ever did.

Saya tenggelam ketika hari pertama saya masuk dulu, ketika saya terlambat pada suatu jam mata kuliah (kesan pertama yang buruk) jam dimana saya seharusnya masuk sangat awal tetapi untuk orang sepertiku malah kebalikanya. Terlambat. Di lihat oleh orang banyak. Duduk di pojok. Menolak tawaran seorang teman untuk duduk di sampingnya. That’s my first day at college.

Well kenapa juga saya milih di kampus mulia itu? Karena umur, karena hari dimana saya mendaftar adalah hari dimana semua kampus udah memulai ospeknya sedangkan aku mencari harapan agar tidak putus sekolah 1 tahun lagi, karena sma dulu lulus pada tahun 2011.

Tahun pertama yang melelahkan, masih dipake untuk nyambi kerja dan dilanjutin sepedaan pake helm pulang pergi. Pake seragam yang panjang selutut selama 2 tahun. But in that years i see a hero that had superpower to smile at every situation. That made me know that life has a different plan for different people. Made realized that there are somebody like me who has a “hard level” life. 

Thanks to you, who had taught me to be relax and to be patient. Thanks for all the time that we had to happy, laugh, sad, feel pain together. 

And the one last year is very hard for me. For we maybe. Kita harus nglewatin 6 bulan di rs, di desa dengan tugas yang menumpuk dengan manajemen waktu yang ketat, but we face it, yeah we face it. And we pass it with awesome.

Life is just begin today. We’re gonna be some people who had different purpose. So pray hard, I hope that we all guided to be a good people. Awesome people. Extraordinary people. Aamiin

Advertisements

Melayani orang tua

Akhir akhir ini disibukkan dengan tugas akhir, karya tulis ilmiah yang saya sengajakan mengajukan judul yang di acc dengan tugasnya untuk melayani orang tua, yang merupakan hal yang 2 tahun ini biasa saya lakukan. 

And you know what?. Something i feel happy with them. Saya merasakan hal yang telah lama tidak saya punyai. Mereka merupakan legenda hidup di masing masing hal. Mereka mengajarkan saya bagaimana baiknya dalam menua. Beberapa dari mereka mencontohkan apa yang baik dan apa yang buruk bagaimana menjalani hidup. Mereka seperti ayah kedua, ketiga, keempat dan seterusnya bagiku.

And for your information. Kadang kadang banyak dari mereka menceritakan hal melebihi apa yang diceritakan kepada anak anaknya atau cucu cucunya. Menjadi orang lain terkadang dapat menjadi lebih dekat kepada seseorang ketimbang terikat oleh ikatan darah. Dan hal penting yang dapat saya sampaikan kepada anda sekalian, janganlah membuang buang waktumu hanya untuk mencari keduniawian. Terkadang yang harus kamu lakukan ialah berhenti sejenak dan mendekatlah kepada keluargamu sebelum mereka menjauh. See you at the next 11.

A little space

I miss ~

Hari ini, saya gamang. Setelah kurang lebih 6 bulan praktek, suka duka sana sini. Saya gamang. Seperti ada sesuatu yang hilang. Entah apa yang hilang saya tidak tau. Tapi yang pasti saya telah kehilangan hari hari sibuk saya. Untuk hari ini saja. Besok… entahlah, do not assume the future. 

Saya rindu sekali menghabiskan hari hari saya dengan mengikuti kajian, membaca novel, mendesain, menggambar, jogging di sore hari, minum coklat panas, badminton, futsal, berenang, sepedaan, hawa dingin gunung di pagi hari, tanah gembur basah di tanah lapang, utak utek internet marketing, ngerjain orderan, bakti sosial, jadi asisten untuk sirkumsisi, I miss all that things a lot.

Is there something inside me that made me different than 6 months ago. I do realize i changes a lot. I’ve lost my time, my money, my chances, my sleeps, my energy, even my friend. Actually I had so many stories, so many stories.

Kelabu

Some people are searching for my mistakes today. I know i made them, but don’t they know why i made it??

Menurut teori:
1. Hari senin saya seharusnya sudah mendapatkan pasien, nyatanya pasien gak saya dapatkan, molor molor pindah bangsal baru dapat.
2. Saya praktik tingkat akhir dengan perasat yang ada cuma ttv, penkes, injeksi, dah seputar itu saja, walaupun ada yang lainnya paling medikasi luka, pasang infus dll
3. Kami 12 orang praktek di rs yang tipenya baru akreditasi tingkat perdana, sedangkan 56 orang lainnya praktik di RSUD dengan bayaran praktek yang sama dengan semesteran yang sama.
4. Kami praktek setelah 1 tahun hanya dicekoki teori.
5. Kami praktek dengan pembimbing yang tidak mau tau apa yang terjadi di lahan seperti, harus dinas 3 hari di bangsal lain.

Apakah ini semua sepadan?? Hanya demi gelar,…!!??
Mereka seenak jidat sendiri milih saya kesini tetapi saat saya nglakuin seenaknya, mereka koar koar saya salah????

Kain Rajutan

image

Bunyi kriyit kipas angin dan kriyuk gorengan. Nambangan, 2016.

Sebenarnya sangat ingin melanjutkan rajutan ini, tapi apa daya benang dan jarumnya belum milikku. Bukan dan belum milikku. Jadi ya susah gini, pengen tapi jadi masalah. Gak merajut susah. Sabar ya. Takut kalau kalau jarumnya patah dan melukainya. Takut kalau kalau benangnya putus dan sambungannya gak seperti dulu lagi. Sabar, kriuk.

Happy Wednesday

Suara bergemuruh, tanah bergetar dan angin menampar rumput yang tak punya salah apa apa. 5 Oct 2016.

Damn that was an awesome preambule. Haha.

Today is the day i should work in my askep, but I’m not in the mood so let it go. Yup, masih berkutat dengan praktek PKK yang kata temen saya seperti “praktek tanpa ilmu” that is a strong word. Bayangkan kamu sekarang dilatih untuk makan permen manis yang empuk empuk nan halus, tapi menu selanjutnya yang pasti kamu makan itu cabai yang pedas nan dibuat panas. That is so really grin my gears. Entah apa yang dipikirkan “penghidang” permen tersebut, i think they just do what they gonna do and not thinking what “pelahap’s” gonna face in the future.

Semua ada jalannya sendiri sendiri. Dan jangan berpikir kamu gagal ketika kamu mengambil jalan yang lebih panjang, mungkin kau lambat tetapi kamu masih berjalan ke depan dan kesuksesan akan kamu dapatkan. Tentunya dengan pertolongan Allah Subhanahuwataala.

A month before “war”

war_brain_122055

I didn’t mean war about country versus country, I mean this is about a war between myself and my future. A month from now i will do a clinical practice at a hospital in wonogiri. It gave some of my friend a disease called “worried to much”. Because there are so many assignment and report we must do, so many test, so many money are wasted, and so little time to rest. Not just that, in there we will use a “green” name tag, it means we already grown up enough to do a clinical practice. We are not allowed to do any mistake, not allowed to do a malpractice, and we must as less as possible not going to tell “how this is work? or can you help me to do this? or i can’t do this?”. And that some etiology why my friend Continue reading “A month before “war””